Bukan Sulap Bukan Sihir, Bapak Ini Bisa “Kaya” Hanya Mengandalkan Jual Pulsa

Bukan Sulap Bukan Sihir, Bapak Ini Bisa “Kaya” Hanya Mengandalkan Jual Pulsa

Kisah Inspiratif

Pak Rosid, seorang Ayah yang berusia 40 tahun hidup bersama istri dan ketiga anaknya. Beliau yang sehari – hari bekerja sebagai supir ojek bermimpi untuk mempunyai motor baru.

Motor yang ia gunakan sehari – hari sudah usang, maklum motor keluaran tahun 2000 dan sudah sangat ketinggalan zaman. Selain itu performa dari motor yang ia gunakan juga sudah kurang stabil.

Jika ia melewati tanjakan dan membawa penumpang, maka perlu nge-gas mati-matian supaya mampu melewati tanjakan tersebut. Apalagi kalau sedang turun hujan deras, maka motor akan mudah mati dan susah untuk dihidupkan kembali.

Perjuangan Pak Rosid benar – benar patut diacungi jempol karena selain ngojek, ia juga mengantar anaknya yang paling kecil berangkat Sekolah. Vira namanya, usianya masih 7,5 tahun dan sedang menginjak SD kelas I.

“Jadi, dulu saya selain ngojek ya di rumah saja, bantu istri urus anak. Ya sama anter anak ke sekolah, atau antar istri jualan di pasar.” jelas Pak Rosid.

Pak Rosid pun mengaku bahwa penghasilan ia dan istrinya kadang hanya cukup untuk menghidupi kebutuhan sehari – hari.

“Biasanya saya ngojek hanya bisa terkumpul Rp900.000 per bulan, sementara istri saya bisa mengumpulkan uang hingga Rp1.200.000 per bulan dengan jadi tukang sayur. Ya itu pun cuma buat belanja kebutuhan makan dan rumah” kata Pak Rosid.

Mereka berdua perlu mencari uang ekstra, atau kerja lebih lama dalam satu hari demi mendapatkan pemasukan untuk membayar uang sekolah anak – anaknya.

“Saya sama istri kadang suka lembur lah istilahnya, ya untuk mencukupi bayar uang sekolah anak, kalo ga gitu ya anak ga bisa sekolah” tambah Pak Rosid.

—–

Merasa bahwa pendapatan yang diraih dengan ngojek selalu kurang untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari, Pak Rosid mencoba untuk memutar otak.

Awalnya ia sempat berniat menjual motornya untuk modal buka warung, namun hal itu sempat ditentang oleh adiknya, Pak Udin.

Pak Udin menyarankan Pak Rosid untuk coba berjualan pulsa dengan aplikasi di handphone seperti yang dilakukan anaknya, Ramli yang duduk di bangku SMA.

Pak Udin menjelaskan bahwa si Ramli bisa meraup untung hingga Rp3.000.000 per bulan dengan berjualan pulsa sambil sekolah. Hal tersebut mudah dilakukan dan tidak butuh banyak modal.

“Saat saya merasa putus asa, dan berniat akan menjual motor, adik saya menentang. Saya malah disuruh jualan pulsa karena itu cukup menguntungkan katanya.” jawab Pak Rosid.

Setelah mendapat cerita Pak Udin, Pak Rosid pun mulai bertanya dan bertanya. Banyak hal yang ia pikirkan karena dia belum berpengalaman untuk jualan pulsa.

“Awalnya saya bingung itu gimana jualan lewat hape, gimana cara bayarnya dan gimana saya tahu pulsanya sampe nanti ke nomor pelanggan” jelas Pak Rosid

Pak Udin kemudian menyuruh Pak Rosid untuk ke rumahnya dan belajar semua dari Ramli. Pak Rosid belajar banyak dari Ramli, ya walaupun butuh waktu untuk memahami banyak hal.

“Adik saya, Udin nyuruh saya belajar sama anaknya, Ramli. Ya ponakan saya. Awalnya susah untuk paham. Baru setelah dua minggu saya paham sedikit demi sedikit.” Jelas Pak Rosid.

Kemudian, setelah dua minggu penuh, Pak Rosid mulai menggunakan aplikasi jualan pulsa. Untungnya Pak Rosid bisa menggunakan smartphone yang membantunya saat ngojek.

Selang waktu berjalan lima bulan, Pak Rosid mampu mengumpulkan untung hingga 4 juta dengan jualan pulsa. Ia pun menambah produk jualan seperti token listrik, membuka loket untuk pembayaran tagihan dan lain – lain.

“Ya untung lah saya sudah bisa dapat pendapatan yang lumayan, istri juga ga perlu kerja keras lagi jadi bisa urus anak kalo di rumah” jelas Pak Rosid.

Pak Rosid pun menambahkan bahwa ia dan keluarga turut bersedekah untuk anak panti asuhan. Ia merasa perlu untuk berbagi dengan saudara – saudara yang membutuhkan. Bentuk rasa syukur tersebut ia lakukan dengan berbagi dengan sesama.

“Alhamdulillah, setelah jualan pulsa ya saya bisa dapat penghasilan yang lumayan. 4 juta per bulan dengan jualan pulsa saya syukuri. Selain itu saya juga mulai berbagi dengan sesama. Bersedekah dan lain sebagainya.” jelas Pak Rosid.

—–

Pak Rosid pun mengaku bahwa kini dirinya bisa membeli motor baru dengan mencicil. Motor ini ia gunakan untuk mendukung aktivitas sehari – hari seperti mengantar anak ke sekolah, mengantar istri jualan ke pasar dan lain – lain.

“Syukurlah saya juga sudah bisa ganti motor. Motornya walaupun nyicil tapi saya bersyukur karena bisa bantu nganter anak. Kalo keujanan ga langsung mati motornya, dan kalau tanjakan juga ga perlu khawatir jadi ‘ngadat’.” jelas  Pak Rosid.

Pak Rosid pun berpesan bahwa, bersyukur adalah kunci utama dalam hidup. Nikmat yang kita dapat itu harusnya kita bagikan ke orang lain juga terutama antar sesama manusia.

“Saya percaya kunci hidup itu intinya kita harus bersyukur. Kaya itu tidak selalu berarti uang banyak, rumah mewah dan mobil baru. Kaya bisa berarti kaya hati, dan juga kaya akan kasih sayang keluarga” tegas Pak Rosid.

Nah itulah kisah Pak Rosid, yang berhasil meraih mimpinya untuk mendapatkan motor baru hanya dengan berbisnis jual beli pulsa.

Apakah kalian ingin seperti beliau? Mudah!

Cukup download aplikasi PAYFAZZ di Google PlayStore dan mulailah berjualan (atau berbisnis) sekarang juga!

Shares
Share This