PROMO & BLOG

Update terus informasi mengenai promo serta artikel-artikel inspirasi dari PAYFAZZ. Jangan lewatkan juga penawaran menarik hingga program-program keagenan yang bisa kamu ikuti.

Menghitung kWh Listrik Prabayar

Info dan Tips

Beberapa waktu lalu ada salah satu Agen PAYFAZZ yang menanyakan perihal berikut,

“isi token listrik 100.000 tapi yang masuk cuma 60.000. Kok banyak banget potongannya min?”

Segera setelah itu tim PAYFAZZ berusaha memberikan penjelasan secara konkrit mengenai penghitungan kWh listrik prabayar.

Oya, untuk satuan listrik selanjutnya kita sebut kWh ya atau kepanjangannya disebut kiloWatt Hour.

Untuk info detail agar kalian paham, yuk baca artikel ini sampai selesai.

Menurut aturan dari PLN mengenai penetapan penyesuaian tarif tenaga listrik untuk bulan Juli – September, ditetapkan sebagai berikut,

Ilustrasi 1. Daftar Tarif Penyesuaian Listrik

VARIABEL PENGHITUNGAN NILAI TOKEN LISTRIK

Sebelum jauh melangkah untuk membahas cara untuk menghitung kWh listrik, ada baiknya kita mengenal variabel apa saja yang mempengaruhi jumlah token listrik yang akan kalian terima

  1. Biaya Admin
  2. Biaya Materai
  3. Biaya Pajak Penerangan Jalan (PPJ)
  4. Golongan Tarif Dasar / Tarif Tenaga Listrik
  5. Pajak Pertambahan Nilai (PPN)

Biaya Admin

Biaya admin merupakan biaya yang dibebankan kepada konsumen. Dalam hal ini masyarakat Indonesia yang menggunakan listrik prabayar saat membeli token listrik.

Nilai biaya admin berbeda – beda, jika kamu membeli token listrik di ATM atau Mini Market, biasanya akan ada charge untuk admin sebesar Rp 2.500 – Rp 4.000.

Biaya Materai

Biaya materai ini merupakan biaya tambahan pada pembelian token listrik.

Namun, tidak semua nilai token listrik dikenakan biaya materai.

Hanya jika kamu membeli listrik token dengan nilai di atas Rp 200.000 maka ada biaya materai dalam transaksimu

  • Pembelian token Rp 250.000 – Rp 1.000.000 akan dikenakan biaya materai Rp 3.000
  • Pembelian token di atas Rp 1.000.000 akan dikenakan biaya materai Rp 6.000

Biaya PJJ

Biaya Pajak Penerangan Jalan (PJJ) ini berbeda – beda nilainya di setiap daerah, sebagai contoh Jakarta mempunyai nilai PPJ sebesar 3%.

Untuk mengetahui informasi detail mengenai Biaya PJJ silahkan akses ke halaman ini : Pajak Penerangan Jalan

Golongan Tarif Dasar

Golongan Tarif Dasar atau Harga Dasar Listrik merujuk pada tabel di Ilustrasi 1. 

Biaya PPN

Biaya PPN senilai 10% ini hanya berlaku bagi rumah tangga R2 dengan listrik daya 3500 VA ke atas. Golongan R1 450 VA, 900 VA, 1300 VA, 2200 VA tidak dikenakan PPN.

CARA PENGHITUNGAN KWH LISTRIK

Berikut adalah ilustrasi penghitungan untuk tarif listrik prabayar.

Contoh :

Andi tinggal di Jakarta, dan dia melakukan pembelian token listrik sebesar Rp 100.000 untuk batas daya 1.300 VA pada Golongan Tarif R1, maka berapakah nilai KwH yang akan diterima oleh Andi?

  • Biaya Admin, biaya admin dalam pembelian token listrik sekitar Rp 4.000. Jadi Rp 100.000 – Rp 4.000 adalah Rp 96.000
  • Biaya Materai, untuk pembelian token listrik dibawah Rp 250.000 tidak dikenakan biaya materai
  • PPJ, Andi tinggal di Jakarta sehingga biaya PPJ yang akan dikenakan adalah sebesar 3% dari nilai token yang dibeli. Rp 96.000/3 % = Rp 2.880 
  • Nilai Token yang dikurangi PPJ adalah Rp 96.000 – Rp 2.880 = Rp 93.120
  • Nilai kWh Listrik yang diterima adalah nilai token dibagi tarif batas daya 1.300 VA  (Rp 93.120 / 1.467,28 = 63,464 kWh)

Jadi nilai token yang diterima oleh Andi untuk kebutuhan listriknya adalah 63,464 kWh atau 63,46 kWh. Ingat yah satuannya kWh dan bukan Rupiah.

Perhatian!

Jangan salah pengertian lagi saat kamu membeli token listrik Rp 100.000 kok yang diterima hanya 63,464.

Maksudnya dengan pembelian token Rp 100.000 kamu mendapatkan listrik sebesar 63,464 kWh atau 63,46 kWh.

Ingat kembali bahwa setelah angka 63 adalah koma (,) bukan titik (.) jadi itu bukan menunjukkan ribuan.

Sebagai referensi, PAYFAZZ juga memberikan kamu rekomendasi untuk mendapat penjelasan lebih lanjut di artikel berikut : Beli Pulsa Listrik Rp 100 Ribu Dapatnya Rp 70 Ribu? Ini Penjelasan PLN

Bagaimana apakah sudah dapat dimengerti untuk artikel tersebut? Yuk share artikel ini jika berguna bagi kamu!

Shares
Share This