Usaha

Dekati Pembeli Dengan 5 Cara Ini!

By Payfazz - September 20, 2021

Halo Sobat Sukses!

Sebagai pengusaha, brand yang ditawarkan harus dekat dengan konsumen. Jika konsumen merasa dekat, brand kita akan menjadi ‘jawaban’ yang diingat setiap mereka menginginkan produk terkait. Bayangkan, apakah kamu punya tempat langganan untuk membeli baju formal? Apakah kamu punya merk sabun dan shampoo favorit? Kemanakah kamu pergi jika sedang menginginkan es krim? Jawaban dari semua pertanyaan itu didasari oleh pengalaman menggunakan produk. Sebelum menggunakan, tentu kamu sudah “ditawari” secara langsung maupun tidak langsung.

Sekarang, banyak cara yang dapat dilakukan agar produk yang kita jual dekat dengan konsumen. Yuk, simak 5 langkah yang dapat Sobat lakukan agar semakin dengan dengan pembeli!

1. Inner circle

Kadang, kita mencari sesuatu yang jauh, padahal ada di depan mata. Setelah bisnis dimulai, pastikan bahwa orang-orang di sekelilingmu mengetahui produk yang kamu jual. Cara yang dapat kamu lakukan adalah memberikan free sample product dan menyebarkan materi komunikasi jualan melalui media sosial. Selain itu, pastikan kamu mengenal sosok yang mungkin membutuhkannya. Misalnya, jika produk yang kamu jual adalah baju anak, adakah di sekelilingmu yang punya anak? Atau jika kamu menjual makanan, adakah hari perayaan yang dapat dicocokan dengan makanan yang dijual?

2. Social media

“Jualan di medsos? Basi” Eits, tunggu dulu, Sob! Meskipun media sosial dipenuhi dengan ribuan brand, bukan berarti relevansinya berkurang. Kamu butuh strategi dan konsistensi untuk membuat brand tetap eksis di media sosial. Jenis media sosial pun beragam, ada Facebook, Twitter, Instagram, Tiktok, dan lain-lain. Untuk mengetahui media mana yang cocok untuk bisnismu, pastikan kamu tau “siapa” yang ingin dijadikan target. Setelah kamu mengetahui, kamu harus melakukan brainstorming untuk menentukan arah konten yang sesuai dengan target yang diinginkan. 

Setiap pengguna media sosial tertentu (seperti Facebook, Instagram, Tiktok, dsb.) memiliki karakteristik masing-masing. Berdasarkan We Are Social dalam Databoks alasan utama seseorang menggunakan media sosial adalah agar up to date dengan berita terkini. Alasan berikutnya adalah mencari konten hiburan, mengisi waktu luang, terhubung dengan teman, dan berbagi foto atau video. Alasan “mencari tahu produk” menduduki peringkat keenam dari alasan-alasan tersebut. Itulah mengapa, banyak brand yang tidak memproduksi hard-selling content. Sebagian besar brand berusaha membuat konten yang sifatnya soft-selling, namun relevan dengan kondisi yang sedang berlangsung.

3. Ads

Langkah satu ini pasti udah nggak asing lagi bagi kamu. Pernahkah kamu menonton iklan selama 10 detik sebelum video di Youtube? Atau pernahkan kamu scrolling Instagram dan mendapatkan konten dari akun bisnis yang tidak kamu follow? Semua telah direncanakan oleh pemilik bisnis. Setiap media sosial memiliki tempat untuk mengiklankan suatu produk.

Setiap media sosial memiliki performance record-nya masing-masing terkait ads. Berdasarkan laporan Influencer Marketing Hub dalam Databoks, Indonesia yang memiliki 140 juta pengguna Facebook berada pada peringkat ketiga dalam jangkauan pasar iklan di media sosial tersebut. Dengan ads, kamu bisa mengatur pasar yang lebih tersegmentasi melalui berbagai pengaturan iklan yang ada. Tentunya, pengaturan tersebut akan lebih memudahkan untuk dekat dengan konsumen.

4. Key Opinion Leader dan Influencer

Teman-teman, kalian pernah ketularan “racun” untuk beli suatu barang nggak sih? Misalnya, kalian ngeliat review baju, tas, atau make up, terus langsung cari barangnya dan langsung check out? Yup, kalian pasti udah nggak asing lagi sama strategi satu ini….pake KOL atau influencer!

Apa sih perbedaan Key Opinion Leader dan Influencer? Influencer, seperti yang sudah sering kamu dengar, adalah pemilik akun media sosial dengan banyak pengikut dan mampu mempengaruhi pengikutnya. Sedangkan KOL adalah sosok yang ahli dalam bidang tertentu, namun tidak harus aktif di media sosial. Bahkan, ada KOL yang aktif di kehidupan nyata saja, bukan media sosial. Misalnya KOL dalam bidang kuliner, pariwisata, anak, kecantikan, dsb. Dengan KOL atau influencer yang tepat, kamu bisa semakin dekat dengan konsumen, karena banyak banget lho orang yang benar-benar “ngikutin” panutannya 😉

5. Collaboration 

Kamu jualan makanan? Teman kamu jualan baju atau bunga? Kolaborasi aja, Sob! Kalian bisa kerjasama dalam rangka peringatan hari-hari tertentu. Dengan begitu, masing-masing konsumen dari bisnis kalian bisa saling “tau” brand yang lagi berkolaborasi. Jika produk kolaborasi yang kalian tawarkan memuaskan, ya masa sih mereka nggak mau pesan lagi?


Berdasarkan 5 langkah di atas, kamu tertarik untuk coba yang mana, Sob? Selamat mencoba ya! Good luck!